Celoteh Hati
Lalu ia menunjuk sebongkah batu yang tua itu
Kebersamaan dan cengkrama yang tak lagi ada
Kala mereka membangun warisan cerita
Topang menyunggi dagu dan wajah durja
Wahai, ayat-ayat itu kini tak lagi bermakna cinta
Ia lontarkan ke langit
Aku hujamkan ke keputihan awan rindu
Yang kemudian menghitam
Bersama air laut rinduku menguap
Harapku ia jatuh ketika angin menelisik
Kepada bumi dan daunku yang kering
Oh, aduhai, ia berarak menjauh dan jatuh pada belahan bumi lain.
*Fanling 2011
No comments:
Post a Comment