Pages

Tuesday, 15 November 2011

About Love


Celoteh Hati

Lalu ia menunjuk sebongkah batu yang tua itu
Kebersamaan dan cengkrama yang tak lagi ada
Kala mereka membangun warisan cerita

Topang menyunggi dagu dan wajah durja
Wahai, ayat-ayat itu kini tak lagi bermakna cinta
Ia lontarkan ke langit
Aku hujamkan ke keputihan awan rindu

Yang kemudian menghitam
Bersama air laut rinduku menguap
Harapku ia jatuh ketika angin menelisik
Kepada bumi dan daunku yang kering

Oh, aduhai, ia berarak menjauh dan jatuh pada belahan bumi lain.


*Fanling 2011

 
 
 
 

No comments:

Post a Comment