Aku mendengar berita menyedihkan hari ini. Seorang kawan jauh meninggal. Dia menyerah dengan kanker yang menggerogoti otaknya selama setahun ini. Aku tak mampu untuk membendung kesedihan yang aku rasakan. Meskipun karena sedih itu aku tak mampu mengeluarkan meski hanya satu titik air mata. Seandainya aku mampu mengeluarkan barang setitik saja, mungkin beban kesedihan yang aku tanggung akan berkurang walau sedikit.
Dari pagi aku dan sahabat dekat almarhum fakum dari kegiatan rutin untuk merenung. Bertanya kepada Tuhan mengapa selalu orang baik yang diambil terlebih dulu oleh Allah. Almarhum yang begitu tulus, setia, jujur selama hidupnya. Meski sakit akupun tak mampu untuk menggugat Tuhan. Karena Tuhan selalu memiliki rahasia di balik semua musibah yang ia timpakan pada umatnya.
"Hai kau di 'sana' semoga Allah memberimu tempat yang indah. Seperti janji Tuhan pada umat yang selalu taat sepertimu."
Aku dan sahabatmu yang lain sangat menyayangimu. Namun kamipun tak berdaya dengan apa yang Tuhan inginkan darimu. Kami akan selalu mengingat kebaikan-kebaikan yang selama ini kau lakukan pada kami. Kami yang ditinggal akan membingkai kenangan indah bersamamu di lubuk hati kami.
I Love U....
For my belover brother in God paradise.....
No comments:
Post a Comment