Pages

Wednesday, 16 March 2011

Laut Biru



Pagi menjelang tanpa sinar
Mentari yang membuat hati berbinar
Setia seperti seorang kekasih
Seketika gelap bagai malam

Laut biru tak lagi mau tahu
Kesetiaan itu pudar
Dihempas hujan dan petir menyambar
Sang kekasih kini redup
Tertutup awan hitam dan kabut

Kapan gelap itu berlalu
Hingga sang kekasih terbit di ufuk langit
Agar laut menjadi biru
Terpancar keindahan kala senja berkibar

"Biar-biarkan mereka bercumbu disaksikan langit yang biru!"

"Tidak... Itu tidak disengaja!"

Riak gelombang seolah bersahutan namun sejatinya tak menghiraukan
Meski tahu itu adalah borok yang sangat berbau
Dimana selalu tertaut kemanapun menjadi buntut
Dan selalu menuntut meski telah lama terlarut

Cinta suci disaksikan benda tak abadi
Hilang bagai segelintir mimpi
Sang kekasih tiada peduli
Diam itu adalah penyesalan
Namun waktu tak mampu mengembalikan


No comments:

Post a Comment