Pages

Tuesday, 22 March 2011

Dalam Kubangan Rindu Akibat Kehilangan Panjang


Lebirin cinta itu mulai runtuh
Menerpa hati dan pikiran hingga lebur berkeping
Bersama dengan kepergian untuk selamanya

Meski cinta adalah sebuah kerelaan melepas sang kekasih pergi, meraih bahagia bersama pilihannya

Meski cinta adalah kepedulian

Meski cinta adalah pengorbanan tanpa pamrih

Tetapi cinta adalah racun mematikan dalam darah seorang gadis dari penghianatan pacar.

Lalu Cinta... aku biarkan dan aku lepaskan Engkau, untuk tentukan pilihan di manapun kau hinggap. Sadar aku hampa tanpa kehadiranmu dalam hidup. Tetapi biarkan aku sendiri untuk saat ini, Cinta.

Terbanglah.... Aku menunggumu hinggap di lain kesempatan....

Biarkan aku sendiri dalam kubangan rindu akibat kehilangan panjang



Sunday, 20 March 2011

Good Bye My Friend




Aku mendengar berita menyedihkan hari ini. Seorang kawan jauh meninggal. Dia menyerah dengan kanker yang menggerogoti otaknya selama setahun ini. Aku tak mampu untuk membendung kesedihan yang aku rasakan. Meskipun karena sedih itu aku tak mampu mengeluarkan meski hanya satu titik air mata. Seandainya aku mampu mengeluarkan barang setitik saja, mungkin beban kesedihan yang aku tanggung akan berkurang walau sedikit.

Dari pagi aku dan sahabat dekat almarhum fakum dari kegiatan rutin untuk merenung. Bertanya kepada Tuhan mengapa selalu orang baik yang diambil terlebih dulu oleh Allah. Almarhum yang begitu tulus, setia, jujur selama hidupnya. Meski sakit akupun tak mampu untuk menggugat Tuhan. Karena Tuhan selalu memiliki rahasia di balik semua musibah yang ia timpakan pada umatnya.

"Hai kau di 'sana' semoga Allah memberimu tempat yang indah. Seperti janji Tuhan pada umat yang selalu taat sepertimu."

Aku dan sahabatmu yang lain sangat menyayangimu. Namun kamipun tak berdaya dengan apa yang Tuhan inginkan darimu. Kami akan selalu mengingat kebaikan-kebaikan yang selama ini kau lakukan pada kami.  Kami yang ditinggal akan membingkai kenangan indah bersamamu di lubuk hati kami.


I Love U....


For my belover brother in God paradise.....






Saturday, 19 March 2011

Minggu Pagi

Apa salah kalau aku ingin berlibur di hari libur? Tapi yang ada banyak sekali tugas menghadang di depan mata. Aku ingin memejamkan mata selepas shalat duha saja kok gak bisa.


Tut tut tut, HP ku berdering berkali-kali. Mengganggu sekali rasanya. Mari bermain dengan kata-kata dan teruskan jangan hiraukan mereka.


Aku menutup HP dan memastikan tak akan bisa berbunyi lagi hingga sore datang menyapa. Sehingga aku dapat melakukan apapun yang aku mau....


Lihat


Berkilau embun pagi


Meskipun sedikit mendung nakal menghalangi cahaya mentari...


Baru saja seorang teman dekat sebelum aku mematikan HP, dia mengirim sms dan mengajakku untuk pergi keluar. "Tak usah kau hiraukan mereka, ayo kita keluar berdua saja," ucapnya padaku. Tapi rasa bersalah karena akan mengabaikan pekerjaan dengan pergi jalan-jalan menghantui perasaanku.


Aku tak mau bermain kata lagi. Aku akan tunaikan tugas itu dulu...
Ini saja yang ingin aku tulis hari ini....

Wednesday, 16 March 2011

Laut Biru



Pagi menjelang tanpa sinar
Mentari yang membuat hati berbinar
Setia seperti seorang kekasih
Seketika gelap bagai malam

Laut biru tak lagi mau tahu
Kesetiaan itu pudar
Dihempas hujan dan petir menyambar
Sang kekasih kini redup
Tertutup awan hitam dan kabut

Kapan gelap itu berlalu
Hingga sang kekasih terbit di ufuk langit
Agar laut menjadi biru
Terpancar keindahan kala senja berkibar

"Biar-biarkan mereka bercumbu disaksikan langit yang biru!"

"Tidak... Itu tidak disengaja!"

Riak gelombang seolah bersahutan namun sejatinya tak menghiraukan
Meski tahu itu adalah borok yang sangat berbau
Dimana selalu tertaut kemanapun menjadi buntut
Dan selalu menuntut meski telah lama terlarut

Cinta suci disaksikan benda tak abadi
Hilang bagai segelintir mimpi
Sang kekasih tiada peduli
Diam itu adalah penyesalan
Namun waktu tak mampu mengembalikan


Wednesday, 9 March 2011

Dalam gemerlap cinta tanpa makna

Kau bagaikan ramuan pencegah kematian
Dari suri panjang kehidupan
Karena kuncup berkembang dari pengap
Mengintip mentari dan mencicip embun pagi
Akan kukatakan pada dunia aku telah datang
Membantu kau menyibak
Segala resah menyeruak
Dalam gemerlap cinta tanpa makna

Seraut Wajah

. KOSONG