Pages

Sunday, 30 October 2011

Aku bukan kidung ibu

Aku bukan kidung ibu


Yang mengantarkan kepada kelelapan
Yang menyayat menggambarkan pedihnya perjuangan
Mengukirkan cinta dengan seribu makna




Aku bukan kidung ibu


Di dalamnya mengalir keridhaan Tuhan
Bait-baitnya menyihir jiwa-jiwa


Ono kidung
Rumeksoing wengi....


Aku bukan kidung ibu


Aku hanya pengembara yang singgah
Menyatu dengan syahdunya kidung yang dunia perdengarkan
Janganlah kau mendengarnya
Walau hanya sekali


Aku bukan kidung ibu


Kumohon jangan pernah terlena olehnya lagi

Dia



Dia
Menyelusup
Menggangguku yang masih khusuk
Bergumul dengan kebiasaan buruk


Dia
Menembus celah
Mengalahan kaca
Memantulkan nur ke setiap sudut-sudut dunia
Menghangatkan jiwa yang dingin


Dia
Memaksa
Menodong 


Dia
Menyulut amarah kelelawar
Yang sedang asik mencuri jambu tetangga


Dia
Entah siapa
Belum tertemukan sosoknya



Allah Selalu Memberikan Kemudahan Kepada Kita




Allah Selalu Memberikan Kemudahan Kepada Kita

Ketika kita bahagia, Ia memudahkan kita untuk tertawa sepuasnya.

Ketika kita sedih, Ia memudahkan kita untuk menangis.

Ketika kita sakit, Ia memudahkan kita untuk mengaduh.

Ketika kita kecewa, Ia berikan kita kesempatan untuk memilih.

Ketika kita putus asa, Ia ulurkan tangan untuk kembali pada-Nya.

Dan pertanyaannya, apakah kita sudah bersyukur atas semua nikmat yang Ia berikan, atau mengabaikannya hingga pada suatu hari nanti, Ia akan bukakan jalan untuk hidup di alam lain, yaitu kematian?







Seraut Wajah





. KOSONG








Untukmu


Untukmu

Kan ku persembahkan keindahan sekuntum mawar yang tak mampu tertangkap oleh mata
Dengannya duri-duri perjuangan
Menjaga agar hati tetap bersih
Terinjak oleh dusta yang menggores hingga berdarah
Yang terserak layu sebelum terpetik
Tidak-tidak
Itu tidak kelihatan
Hanya samar
Dan selamanya akan samar….



Aku Adalah Api



aku adalah api
api yang besar berkobar
karena itu jangan mendekat
kalau tak ingin terbakar
kecuali engkau lautan



Aku Adalah Bintang



Aku adalah bintang
Yang berkelip memamerkan keindahan

Aku adalah bintang
Di antara bulan dan mentari-Mu yang benderang

Aku adalah bintang
Karena mentari aku bersinar
Sinar yang dipermainkan mendung
Kadang tebal
Kadang samar
Kadang tidak ada sama sekali

Aku adalah bintang
Yang bersinar hanya untuk-Mu
Dengan menebarkan senyuman pada bumi




Saturday, 29 October 2011

IBU



Ibu adalah dahan tempatku bergelayut
Dan cintaku tak lekang 

Seorang ibu akan tahu jiwa-jiwa cinta anaknya yang bergelantungan di langit-langit kamar tempatnya menghempas badan untuk melepas lelah, saat mereka rindu dekap dan timang.

Kata-kata pelipur lara paling indah di saat aku sedih adalah kata ‘ibu’. Bersama desahannya hatiku tersiramkan kesejukan. Seperti mentari yang menjadi ibu bagi bunga dan segala tumbuhan di atas bumi dengan sinarnya.

Akh ibu, cintamu adalah segalanya bagiku. Kata dan bait diksiku takkan mampu menjabar kasih sedalam samudra hatimu.
 
 

Hampa

 
Jangan engkau cemburu ketika aku lebih akrab dengan pohon waru, jangan engkau curiga ketika aku lebih hapal lekuk mahkota bunganya.

 
Lihatlah kau pada dirimu, bercerminlah kau pada keretakannya, bahwa aku telah hapal senandung yang kau lantunkan ketika malam tiba.

 
Tentang kerinduan entah pada siapa, tentang kehampaan ruang tanpa sekat itu. Seharusnya kau merasa lapang karenanya.